1. The Book of Origins by Trevor Homer | Discover the origins of things from language to theology to real names of important figures.    This book evokes humor by giving out common knowledges that we thought we knew, but actually we don’t or perhaps we simply forget. 


#knowledge #book #origins #things

    The Book of Origins by Trevor Homer | Discover the origins of things from language to theology to real names of important figures. This book evokes humor by giving out common knowledges that we thought we knew, but actually we don’t or perhaps we simply forget.


    #knowledge #book #origins #things

  2. Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas oleh @ekakurniawan // Ada rona merah yang hilang kewarasannya, Si Tokek yang bersumpah tak akan menikah sampai burung sahabatnya berdiri lagi, dan Ajo Kawir yang kemaluannya tak kunjung bangun.

Dibaca pelan-pelan, kisah-kisah ini merasuki jiwa, membuat bertanya-tanya, “Apa itu maskulinitas?” dan “Bagaimana cara cinta bekerja?” dalam cara yang cuma Eka Kurniawan yang bisa menuturkan.

#EkaKurniawan #literaturIndonesia

    Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas oleh @ekakurniawan // Ada rona merah yang hilang kewarasannya, Si Tokek yang bersumpah tak akan menikah sampai burung sahabatnya berdiri lagi, dan Ajo Kawir yang kemaluannya tak kunjung bangun.

    Dibaca pelan-pelan, kisah-kisah ini merasuki jiwa, membuat bertanya-tanya, “Apa itu maskulinitas?” dan “Bagaimana cara cinta bekerja?” dalam cara yang cuma Eka Kurniawan yang bisa menuturkan.

    #EkaKurniawan #literaturIndonesia

  3. By @nikeprima “Seribu Kunang-kunang di Manhattan oleh Umar Kayam. Tahun 1996, cerita ini adalah karya sastrawan Indonesia yang pertama kali saya baca. Buku ini sendiri adalah kumpulan cerpen. Umar Kayam selalu dengan gayanya yang sederhana namun penuh makna. Kata-katanya mengalir tanpa dipaksa indah, tapi tidak pernah gagal meninggalkan rasa.” via @PhotoRepost_app

Terima kasih atas rasa yang telah dibagi @nikeprima

#UmarKayam #literaturIndonesia #seribukunangkunangdimanhattan

    By @nikeprima “Seribu Kunang-kunang di Manhattan oleh Umar Kayam. Tahun 1996, cerita ini adalah karya sastrawan Indonesia yang pertama kali saya baca. Buku ini sendiri adalah kumpulan cerpen. Umar Kayam selalu dengan gayanya yang sederhana namun penuh makna. Kata-katanya mengalir tanpa dipaksa indah, tapi tidak pernah gagal meninggalkan rasa.” via @PhotoRepost_app

    Terima kasih atas rasa yang telah dibagi @nikeprima

    #UmarKayam #literaturIndonesia #seribukunangkunangdimanhattan

  4. By @vitarlenology “Menemukan ini di antara tumpukan koleksi. There Will Be Blood, film Daniel Day Lewis sebelum Lincoln yang juga mengantarkan Day Lewis meraih Oscar keduanya. Film ini dibesut Paul Thomas Anderson dan ceritanya di adaptasi dari novel karya Upton Sinclair, Oil, mengisahkan sepak terjang Daniel Plainview, prospektor minyak dari Texas, dan relasinya dengan politik dan kekuasaan. 

Thomas Anderson mengadaptasi novel ini dan lebih berfokus pada bagaimana Plainview memakai agama untuk melancarkan bisnisnya dan bagaimana pemimpin agama mengambil keuntungam dari bisnis yg dijalankan Plainview. Cerita yang kuat, akting yang luar biasa dan tak diragukan lagi, musik digarap Johnny Greenwood (Radiohead), dan tentunya kemampuan maksimal Thomas Anderson sebagai sutradara. 

Bagi para penggemar Day Lewis, film ini jadi film penting yang wajib disimak sekaligus jadi bukti bahwa Day Lewis memang aktor terhebat sepanjang masa, selain ia juga aktor pertama dlm sejarah yg mendapatkan 3 piala Oscar sebagai aktor pemeran utama terbaik.

Terima kasih atas rasa yang dibagi @vitarlenology

 #myfavemovie #myfaveactor #DanielDayLewis #PaulThomasAnderson #ThereWillBeBlood” via @PhotoRepost_app

    By @vitarlenology “Menemukan ini di antara tumpukan koleksi. There Will Be Blood, film Daniel Day Lewis sebelum Lincoln yang juga mengantarkan Day Lewis meraih Oscar keduanya. Film ini dibesut Paul Thomas Anderson dan ceritanya di adaptasi dari novel karya Upton Sinclair, Oil, mengisahkan sepak terjang Daniel Plainview, prospektor minyak dari Texas, dan relasinya dengan politik dan kekuasaan.

    Thomas Anderson mengadaptasi novel ini dan lebih berfokus pada bagaimana Plainview memakai agama untuk melancarkan bisnisnya dan bagaimana pemimpin agama mengambil keuntungam dari bisnis yg dijalankan Plainview. Cerita yang kuat, akting yang luar biasa dan tak diragukan lagi, musik digarap Johnny Greenwood (Radiohead), dan tentunya kemampuan maksimal Thomas Anderson sebagai sutradara.

    Bagi para penggemar Day Lewis, film ini jadi film penting yang wajib disimak sekaligus jadi bukti bahwa Day Lewis memang aktor terhebat sepanjang masa, selain ia juga aktor pertama dlm sejarah yg mendapatkan 3 piala Oscar sebagai aktor pemeran utama terbaik.

    Terima kasih atas rasa yang dibagi @vitarlenology

    #myfavemovie #myfaveactor #DanielDayLewis #PaulThomasAnderson #ThereWillBeBlood” via @PhotoRepost_app

  5. "Memang Jodoh" karya Marah Rusli // Buku ini merupakan hadiah dari 50 tahun pernikahan antara Marah Rusli dan Rd. Ratna Kencana. Naskah novel ini tersimpan rapi selama beberapa tahun karena Marah Rusli baru mengizinkan novel ini terbit ketika orang-orang yang ada dalam novel ini meninggal dunia.

Tidak lepas dari kisah cinta seperti di cerita Siti Nurbaya, buku Memang Jodoh masih cukup kental berisi tentang budaya Minang. Marah Hamli, tokoh utama pada buku ini adalah anak yang rajin dan pandai, sehingga mendapatkan prestasi yang membanggakan saat di sekolahnya. Atas permintaan ayahnya, Sutan Bendahara, Ia dibolehkan untuk melanjutkan sekolahnya di negeri Belanda. Namun, ketika Hamli izin kepada ibunya, Siti Anjani, mengenai kelanjutan sekolahnya di negeri Belanda, ia tidak direstui. Ibunya merasa takut ditinggal ke negeri jauh oleh anak satu-satunya itu. Atas permintaan Ibunya tersebut, Hamli akhirnya kuliah di Institut Pertanian Bogor dan tinggal bersama neneknya Siti Katijah.

Beberapa kosakata yang dipakai dalam buku ini masih menggunakan diksi lama yang membuat kesan klasik Adat Minang sangat terasa. ”Bagaimana aku dapat bekerja dengan baik untuk bangsa dan negara, kalau aku selalu dibisingkan dengan perkara kawin saja? Sedangkan hatiku rasanya penuh cita-cita untuk memperbaiki yang belum sempurna dan menambah yang masih kurang.”

Terima kasih atas rasa yang sudah dibagi @rivanlee

#marahrusli #literaturindonesia #memangjodoh #lemaribuku

    "Memang Jodoh" karya Marah Rusli // Buku ini merupakan hadiah dari 50 tahun pernikahan antara Marah Rusli dan Rd. Ratna Kencana. Naskah novel ini tersimpan rapi selama beberapa tahun karena Marah Rusli baru mengizinkan novel ini terbit ketika orang-orang yang ada dalam novel ini meninggal dunia.

    Tidak lepas dari kisah cinta seperti di cerita Siti Nurbaya, buku Memang Jodoh masih cukup kental berisi tentang budaya Minang. Marah Hamli, tokoh utama pada buku ini adalah anak yang rajin dan pandai, sehingga mendapatkan prestasi yang membanggakan saat di sekolahnya. Atas permintaan ayahnya, Sutan Bendahara, Ia dibolehkan untuk melanjutkan sekolahnya di negeri Belanda. Namun, ketika Hamli izin kepada ibunya, Siti Anjani, mengenai kelanjutan sekolahnya di negeri Belanda, ia tidak direstui. Ibunya merasa takut ditinggal ke negeri jauh oleh anak satu-satunya itu. Atas permintaan Ibunya tersebut, Hamli akhirnya kuliah di Institut Pertanian Bogor dan tinggal bersama neneknya Siti Katijah.

    Beberapa kosakata yang dipakai dalam buku ini masih menggunakan diksi lama yang membuat kesan klasik Adat Minang sangat terasa. ”Bagaimana aku dapat bekerja dengan baik untuk bangsa dan negara, kalau aku selalu dibisingkan dengan perkara kawin saja? Sedangkan hatiku rasanya penuh cita-cita untuk memperbaiki yang belum sempurna dan menambah yang masih kurang.”

    Terima kasih atas rasa yang sudah dibagi @rivanlee

    #marahrusli #literaturindonesia #memangjodoh #lemaribuku

  6. Doomed by Chuck Palahniuk | Once we read Damned we are damned to read the whole trilogy. But that’s ok, since Doomed took off with more twist of evilness and less pop tales of hell. 

Still the same snobby, naive and intelligent  Maddy with her struggle to return to her Brad Pitt-like father and AnJo-like mother.

Maddy would give us the best perspective of being evil here with the statement: 





"Gentle Tweeter, how peaceful is a world where everyone gives offense but no one takes it"



#ChuckPalahniuk #trilogy #Doomed #hell

    Doomed by Chuck Palahniuk | Once we read Damned we are damned to read the whole trilogy. But that’s ok, since Doomed took off with more twist of evilness and less pop tales of hell.

    Still the same snobby, naive and intelligent Maddy with her struggle to return to her Brad Pitt-like father and AnJo-like mother.

    Maddy would give us the best perspective of being evil here with the statement:

    "Gentle Tweeter, how peaceful is a world where everyone gives offense but no one takes it"

    #ChuckPalahniuk #trilogy #Doomed #hell

  7. @kineruku ada untuk buku, film, dan musik. Memori duduk-duduk di sore gerimis membaca Jean Paul Sartre di teras belakang, ditemani es timun dan nasi ijo ruku menjadi alasan sederhana untuk kembali dan kembali lagi.

Datangi buku-buku, film-film, musik-musik, dan kudapan-kudapan lezat ini di jl. Hegarmanah 52, Bandung.

Info-info lain intip di twitter: @kineruku

    @kineruku ada untuk buku, film, dan musik. Memori duduk-duduk di sore gerimis membaca Jean Paul Sartre di teras belakang, ditemani es timun dan nasi ijo ruku menjadi alasan sederhana untuk kembali dan kembali lagi.

    Datangi buku-buku, film-film, musik-musik, dan kudapan-kudapan lezat ini di jl. Hegarmanah 52, Bandung.

    Info-info lain intip di twitter: @kineruku

  8. Di Tepi Kali Bekasi oleh Pramoedya Ananta Toer // “Buku ini sesungguhnja baru merupakan 1/4 daripada naskah jang sebenarnja. Sisa naskah jang 3/4 lainnya telah disita oleh Nefis dan sedjak itu tak pernah dikembalikan lagi.” (Dikutip dari Keterangan Penutup hal. 338)

-

Kemudian, di masa setiap kita dengan bebas dapat menyuarakan pikir dan rasa melalui tulisan atau karya, apa yang akan kita katakan? Euforia semu yang bersifat permukaan, yang cantik-cantik saja, melankolis, atau gagasan tanpa makna? Pikirmu adalah Tuhanmu, mari sama-sama belajar menyuarakan dengan jujur yang membuat gelisah, kritik, opini, atau yang menghidupkan semangat.

#pramoedyaanantatoer #literaturIndonesia #ditepikalibekasi #sastra

    Di Tepi Kali Bekasi oleh Pramoedya Ananta Toer // “Buku ini sesungguhnja baru merupakan 1/4 daripada naskah jang sebenarnja. Sisa naskah jang 3/4 lainnya telah disita oleh Nefis dan sedjak itu tak pernah dikembalikan lagi.” (Dikutip dari Keterangan Penutup hal. 338)

    -

    Kemudian, di masa setiap kita dengan bebas dapat menyuarakan pikir dan rasa melalui tulisan atau karya, apa yang akan kita katakan? Euforia semu yang bersifat permukaan, yang cantik-cantik saja, melankolis, atau gagasan tanpa makna? Pikirmu adalah Tuhanmu, mari sama-sama belajar menyuarakan dengan jujur yang membuat gelisah, kritik, opini, atau yang menghidupkan semangat.

    #pramoedyaanantatoer #literaturIndonesia #ditepikalibekasi #sastra

  9. it was said that the inner margins of Japanese books have been set to fit to asian thumb. So people can stand on a public transport while reading with only one hand holding the book. Insightful design for things as precious as books! 


thank you @edoandedo for the trivia.

#books #Japanese #Kinokuniya

    it was said that the inner margins of Japanese books have been set to fit to asian thumb. So people can stand on a public transport while reading with only one hand holding the book. Insightful design for things as precious as books!


    thank you @edoandedo for the trivia.

    #books #Japanese #Kinokuniya

  10. Oratorio oleh Wendoko | 

Perkenalan saya dengan tulisan Wendoko berjalan mulus, terutama karena saya membaca bagian tulisan panjangnya terlebih dahulu ketimbang puisi-puisi pendek yang lebih butuh kontribusi pemikiran dan pemaknaan dari pembacanya. Tulisan panjang dalam Oratorio mengambil bentuk surat fiktif dari tokoh-tokoh yang terlibat penyaliban Kristus. Surat ini begitu personal, ditujukan kepada tokoh lainnya, memberikan gambaran isi pikiran dan uneg-uneg penulisnya. Sudut pandang ditulis dengan lugas lengkap dengan motif dan logika karakter, awalnya saya tidak mengira saya sedang membaca cerita yang lebih besar melalui keping surat ini, cerita yang jarang dihadirkan karena peristiwa penyaliban Kristus umumnya dituturkan melalui sudut pandang Kristus sendiri.

Sebagian kecil puisi di dalam buku ini menggambarkan ruang dan gerak pada alam, sebagian besar seperti potongan kisah, kalimat dan dialog yang dipenggal, disusun ulang, dicomot dari Alkitab, beberapa menggabungkan keduanya menciptakan capaian sensitivitas tertentu.

Akhirnya
hanya angin
menerpa
helai-helai daun
Di luar,
suara berbisik
langkah-langkah kaki
gemericik air
Dengan gelas piala,
dan
sepotong doa
kureguk cintamu
(Mu)

Ada yang mendekat
— berkata:
“Mari kita angkat gelas-gelas kosong
dan kita isi dengan anggur
yang mengucur dari tubuh Bapa.”

- MEDITASI I - diambil dari Oratorio

Terimakasih atas petikan memori akan #oratorio @teguhpandirian
#wendoko

    Oratorio oleh Wendoko |

    Perkenalan saya dengan tulisan Wendoko berjalan mulus, terutama karena saya membaca bagian tulisan panjangnya terlebih dahulu ketimbang puisi-puisi pendek yang lebih butuh kontribusi pemikiran dan pemaknaan dari pembacanya. Tulisan panjang dalam Oratorio mengambil bentuk surat fiktif dari tokoh-tokoh yang terlibat penyaliban Kristus. Surat ini begitu personal, ditujukan kepada tokoh lainnya, memberikan gambaran isi pikiran dan uneg-uneg penulisnya. Sudut pandang ditulis dengan lugas lengkap dengan motif dan logika karakter, awalnya saya tidak mengira saya sedang membaca cerita yang lebih besar melalui keping surat ini, cerita yang jarang dihadirkan karena peristiwa penyaliban Kristus umumnya dituturkan melalui sudut pandang Kristus sendiri.

    Sebagian kecil puisi di dalam buku ini menggambarkan ruang dan gerak pada alam, sebagian besar seperti potongan kisah, kalimat dan dialog yang dipenggal, disusun ulang, dicomot dari Alkitab, beberapa menggabungkan keduanya menciptakan capaian sensitivitas tertentu.

    Akhirnya
    hanya angin
    menerpa
    helai-helai daun
    Di luar,
    suara berbisik
    langkah-langkah kaki
    gemericik air
    Dengan gelas piala,
    dan
    sepotong doa
    kureguk cintamu
    (Mu)

    Ada yang mendekat
    — berkata:
    “Mari kita angkat gelas-gelas kosong
    dan kita isi dengan anggur
    yang mengucur dari tubuh Bapa.”

    - MEDITASI I - diambil dari Oratorio

    Terimakasih atas petikan memori akan #oratorio @teguhpandirian
    #wendoko

  11. Little Stories, kumpulan cerpen oleh Rinrin Indrianie, Vera Mensana, Adeste Adipriyanti, Faye Yolody, Rieke Saraswati.


Senang sekali ketika teman kami Adeste memberi kabar mengenai peluncuran buku cerpen Little Stories baru-baru ini. 

Buku ini dibangun dari hasrat menulis dan berkarya dengan baik dan benar dari lima sekawan ini. Berujung dengan memberi pembaca sebuah gambaran bagaimana cara membuat cerpen yang menarik dengan cara yang menarik pula! Tentunya tanpa menanggalkan ‘warna’ dari masing-masing persona ini.

Selamat sekali lagi untuk Adeste dan kawan-kawan! 

#cerpen #Indonesia

    Little Stories, kumpulan cerpen oleh Rinrin Indrianie, Vera Mensana, Adeste Adipriyanti, Faye Yolody, Rieke Saraswati.


    Senang sekali ketika teman kami Adeste memberi kabar mengenai peluncuran buku cerpen Little Stories baru-baru ini.

    Buku ini dibangun dari hasrat menulis dan berkarya dengan baik dan benar dari lima sekawan ini. Berujung dengan memberi pembaca sebuah gambaran bagaimana cara membuat cerpen yang menarik dengan cara yang menarik pula! Tentunya tanpa menanggalkan ‘warna’ dari masing-masing persona ini.

    Selamat sekali lagi untuk Adeste dan kawan-kawan!

    #cerpen #Indonesia

  12. La Grande Borne By Nh. Dini |

It was an unsatisfying experience to finish this book without reading the other “Seri Kenangan”. Nh. Dini wisely describes romance, domesticity, and dishonesty from phase to phase of life. Clearly, Nh. Dini tried to explain the good reason of why someone is being in infidelity and how to hold out in a broken home life. 

We may find this kind of classic story in many new novels, but Nh. Dini’s always has her own ways to make hers special.

thank you @adelogue_ !
#indonesia #literature

    La Grande Borne By Nh. Dini |

    It was an unsatisfying experience to finish this book without reading the other “Seri Kenangan”. Nh. Dini wisely describes romance, domesticity, and dishonesty from phase to phase of life. Clearly, Nh. Dini tried to explain the good reason of why someone is being in infidelity and how to hold out in a broken home life.

    We may find this kind of classic story in many new novels, but Nh. Dini’s always has her own ways to make hers special.

    thank you @adelogue_ !
    #indonesia #literature

  13. 12 cerita pendek yang berisi berbagai kritik sosial yang disampaikan Seno dengan gaya surealis dan cenderung tidak masuk akal. Di dalamnya dapat kita nikmati kepiawaian Seno dalam menggunakan alegori yang diungkapkan melalui cerita singkat dan merakyat, sehingga membuat pembaca terseret dalam cerita “keseharian” atau dalam kata lain, “kewajaran” yang  diciptakan. Membaca kumpulan cerpen ini terasa sangat ringan, menghibur, dan tidak njelimet.
Tak hanya sisi nyeleneh, tetapi juga sisi puitis Seno yang dapat kita temui, seperti pada penggalan paragraf cerpen Midnight Express favorit saya berikut ini: “Mabuklah. Mabuklah. Kusetir mobilku yang anggun dan dingin mengarungi malam perlahan-lahan. Malam meredamkan kekecewaan. Malam menidurkan kenyataan. Dalam denting piano yang muram, cahaya dan angan-angan lalu lalang. Alangkah jauhnya kota ini dari kunang-kunang. Dalam cahaya listrik buatan, segala sesuatu berjalan tanpa perasaan kecuali kekosongan dan keterasingan.”

Terimakasih @kennyarinonce atas review buku bacaan kamu! Mari terus membaca ;) 

#Indonesia #literature #SenoGumira

    12 cerita pendek yang berisi berbagai kritik sosial yang disampaikan Seno dengan gaya surealis dan cenderung tidak masuk akal. Di dalamnya dapat kita nikmati kepiawaian Seno dalam menggunakan alegori yang diungkapkan melalui cerita singkat dan merakyat, sehingga membuat pembaca terseret dalam cerita “keseharian” atau dalam kata lain, “kewajaran” yang diciptakan. Membaca kumpulan cerpen ini terasa sangat ringan, menghibur, dan tidak njelimet.
    Tak hanya sisi nyeleneh, tetapi juga sisi puitis Seno yang dapat kita temui, seperti pada penggalan paragraf cerpen Midnight Express favorit saya berikut ini: “Mabuklah. Mabuklah. Kusetir mobilku yang anggun dan dingin mengarungi malam perlahan-lahan. Malam meredamkan kekecewaan. Malam menidurkan kenyataan. Dalam denting piano yang muram, cahaya dan angan-angan lalu lalang. Alangkah jauhnya kota ini dari kunang-kunang. Dalam cahaya listrik buatan, segala sesuatu berjalan tanpa perasaan kecuali kekosongan dan keterasingan.”

    Terimakasih @kennyarinonce atas review buku bacaan kamu! Mari terus membaca ;)

    #Indonesia #literature #SenoGumira

  14. Yuk dukung program #BukuUntukTabaos dengan mengumpulkan buku, baik baru ataupun bekas di drop point berikut:

Fryza Pavitta
TH!NGS Magazine Editorial Office
Jl. Tangkuban Perahu no.20, Guntur - Setiabudi 
@thingsmagz

Lala Bohang
Jl. Kemang 1B no.19A, Kemang
@lalabohang

Silahkan kontak CP program ini di nomor yang tertera jika perlu bantuan lebih lanjut.

Mari berbagi!

    Yuk dukung program #BukuUntukTabaos dengan mengumpulkan buku, baik baru ataupun bekas di drop point berikut:

    Fryza Pavitta
    TH!NGS Magazine Editorial Office
    Jl. Tangkuban Perahu no.20, Guntur - Setiabudi
    @thingsmagz

    Lala Bohang
    Jl. Kemang 1B no.19A, Kemang
    @lalabohang

    Silahkan kontak CP program ini di nomor yang tertera jika perlu bantuan lebih lanjut.

    Mari berbagi!

  15. Raumanen oleh Marianne Katoppo | Nah, sekarang waktu yang tepat untuk memesan kembali kopi kepada pelayanan—buku kecil tipis, dengan font yang saya suka, yang bercerita tentang seorang gadis yang hidup di tahun enam puluhan. Begitu detail, membuat saya tenggelam ke dalam cerita itu begitu dalam—sesekali melamun, ikut sedih—lalu hanyut bagai hujan.
Buku itu berjudul, Raumanen.
| terimakasih @theoresiarumthe atas rasa yang sudah dibagi! 
#literatur

    Raumanen oleh Marianne Katoppo | Nah, sekarang waktu yang tepat untuk memesan kembali kopi kepada pelayanan—buku kecil tipis, dengan font yang saya suka, yang bercerita tentang seorang gadis yang hidup di tahun enam puluhan. Begitu detail, membuat saya tenggelam ke dalam cerita itu begitu dalam—sesekali melamun, ikut sedih—lalu hanyut bagai hujan.
    Buku itu berjudul, Raumanen.
    | terimakasih @theoresiarumthe atas rasa yang sudah dibagi!
    #literatur